Alat PLTS dan sensor otomatisasi sudah terpasang dan dalam tahap monitoring untuk efisiensinya. Sebagai uji coba sudah mulai dilakukan proses penanaman melon secara hidroponik untuk dilihat nantinya setelah panen dapat diukur berapa efisiensi biaya produksi yang dapat ditekan dibandingkan dengan pada budidaya sebelum pemanfaatan IoT.
Galih Bayu Kusuma selaku ketua kelompok P4S Sidamukti menyatakan antusiasmenya sebagai mitra, Dimana kegiatan budidaya melon hidroponik yang dilakukan selama ini pengaturan nutrisinya tergolong secara manual, sehingga membutuhkan ketelatenan, sejak diterapkannya sistem otomatisasi pengatur nutrisi yang dikombinasikan dengan PLTS, terjadi efisiensi dalam biaya yang dikeluarkan untuk membayar listrik dan dalam proses pengaturan iklim mikro dan nutrisi menjadi lebih praktis serta efisien.
Galih berharap kegiatan ini menjadi percontohan dan menarik minat bagi petani-petani muda untuk menekuni bidang budidaya pertanian, khususnya sistem hidroponik pada berbagai komoditas hortikultura, karena melihat prospek pasarnya masing sangat terbuka.


















