Kota Semarang Dilanda Kelangkaan Gas Melon

Harga hingga Rp24.000

Anindita mengatakan biasanya mendapatkan gas melon di warung-warung madura dekat rumahnya dengan harga Rp22 ribu–Rp24 ribu per tabung.

“Kalau beli di agen bisa dapat HET Rp18 ribu tapi itu biasanya dari pukul 10–12 siang, setelah itu sudah habis. Jadi biasanya di warung madura itu dapat harga Rp22 ribu, kadang sampai Rp24 ribu,” bebernya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  CKG Diharapkan Bisa Ukur Indeks Kesehatan Siswa

Ia mengatakan, jika harus membeli ke agen memang akan mendapat harga sesuai HET, namun ia harus rela mengantre dan berebut dengan pelanggan lainnya.

“Kalau ke agen itu biasanya kalau ada gas datang langsung diserbu warga, jadi harus cepet-cepetan,” terangnya.

Anindita mengatakan biasanya lima hari sekali, ia membeli gas melon untuk stok di rumah. Namun selama Ramadan, ia berusaha membeli gas sebelum stok di rumah habis.

“Selama Ramadan memang susah karena distribusinya mungkin telat ya. Makanya sebelum habis di rumah harus cari dulu. Ini saja sekarang lagi pada kosong di warung,” keluhnya.

BACA JUGA  Suasana Belum Kondusif, Pemkot Semarang Tunda Sejumlah Acara Besar

Palebon Kosong

Kelangkaan gas melon juga dirasakan penjual gas melon di Palebon Kecamatan Pedurungan Retno Wahyuningsih.

Saat ini bahkan stok gas melon di warung miliknya kosong karena belum dikirim oleh agen.

“Ini sekarang kosong. Sudah seminggu lebih enggak jualan gas melon, biasanya dikirim seminggu sekali ada 20 tabung,” kata Retno.

Ia mengatakan selama sepekan ini banyak konsumen yang kecewa karena gas melon tidak tersedia di warungnya. Biasanya 20 tabung bisa habis dalam dua hari.

BACA JUGA  Bupati Ngesti Nugraha Dukung Percepatan Pembentukan SPPG Demi Perluas MBG di Semarang

“Kalau buka puasa banyak yang tanya, 2 hari itu habis 20 tabung,” terangnya.

Pos terkait