MATASEMARANG.COM – Cuaca buruk yang kerap terjadi baru-baru ini menuntut semua pihak untuk melakukan kesiapan mitigasi bencana.
Dalam hal ini, Komisi E DPRD Provinsi Jateng meninjau kesiapan lembaga/ dinas teknis menghadapi resiko bencana, salah satunya ke BPBD dan Dinas PUPR Kabupaten Grobogan beberapa waktu lalu.
“Kami kesini karena selama ini Grobogan dinilai sebagai daerah yang paling rawan banjir apabila sudah memasuki musim penghujan. Nah, maka dari itu, kayaknya pas ya bulan ini kami kesini sudah mulai musim penghujan. Bagaimana persiapannya untuk menanggulangi bencana-bencana di Kabupaten Grobogan,” tanya Ketua Komisi E, Messy Widiastuti, saat berdiskusi dengan Pihak BPBD dikutip Rabu 21 Januari 2026.

Menanggapinya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Grobogan Wahyu Tri Darmawanto menjelaskan mengenai kesiapan BPBD Kabupaten Grobogan dalam penanggulangan bencana di Grobogan.
Diakuinya, dalam upaya itu, pihaknya tetap berkoordinasi dengan instansi/ dinas teknis lainnya.
“Potensi bencana pada musim hujan ada 4 item yakni ada banjir dan genangan, tanah longsor, angin kencang atau puting beliung, dan banjir bandang. Lalu, infografis bencana periode 1 Januari sampai 31 Desember 2025 ada 94 bencana terdiri dari 27 banjir, 18 tanah longsor, 27 angin kencang, 32 kejadian lainnya,” jelas Wahyu.
Soal koordinasi, pihaknya bersama Forkopimda, TNI dan Polri untuk menyiapkan semuanya seperti persiapan sarpras dan logistik bencana (kasang, bronjong, batu belah dolken), logistik pangan dan nonpangan. Lalu, ada komunikasi dan informasi, serta sosialisasi kebencanaan.


















