Grobogan Dikelilingi 4 Sungai Besar, Komisi E Tinjau Kesiapan Pemkab Mitigasi Bencana

Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan BPBD dan Dinas PUPR Kabupaten Grobogan, Kamis 8 Januari 2026
Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan BPBD dan Dinas PUPR Kabupaten Grobogan, Kamis 8 Januari 2026

Kesiapan masyarakat dan pemangku kepentingan dengan pembentukan destana, pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana. Saat ini, tercatat ada 75 destana di Kabupaten Grobogan.

Untuk upaya penanganan banjir di Kabupaten Grobogan jangka pendek (1-2 tahun), dengan pengerukan normalisasi drainase perkotaan dan sungai yg mengalami sedimentasi tinggi dan pentempitan aliran air.

Kemudian, perbaikan infrastruktur sumber daya air pengendali banjir secara permanen. Lalu, penguatan sistem informasi sumber daya air dan penguatan peran masyarakat dan swasta.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  DPRD Kota Semarang Dorong Perda Pesantren Ramah Disabilitas

“Untuk penanganan banjir jangka panjang, dilakukan upaya konservasi sumber daya air, optimalisasi dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir dengan pembangunan waduk, embung dan lain-lain, pendayagunaan sumber daya air, dan penguatan sistem informasi sumber daya air (SISDA),” paparnya.

Sementara, Dinas PUPR Kabupaten Grobogan Een Endarto menjelaskan mengenai Grobogan yang dikelilingi oleh 4 sungai besar dan berada di cekungan. Menurut dia kondisi itu sangat wajar sekali bila sering terjadi banjir.

“Sungai-sungai besar di Grobogan ada Sungai Glugu, Sungai Lusi, Sungai Serang, Sungai Jajar lama dan baru, yang paling sering jebol tanggulnya ya. Nah, ini sekarang PR kami adalah bagaimana kami menyiapkan penampungan air untuk mencegah adanya luapan luapan sungai, yang kemaren sudah sampai ke pendopo di tengah kota. Lalu, menormalkan kapasitas tampung air yang ada di Lusi dan juga Glugu. Kami mengharapkan bisa berkomunikasi dengan kementrian dalam negeri untuk bisa menyetujui apa yang kami rencanakan, kami usulkan, dan kami desain,” jelas Een.

Pos terkait