Sementara itu, Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, mengungkapkan bahwa TPST didirikan menggunakan anggaran APBDes dengan total biaya sekitar Rp 400 juta untuk mesin dan shelter. Setiap hari, TPST ini mampu mengolah sampah setara dengan tiga unit dump truck.
“Beberapa masyarakat sudah memilah sampah, namun ada juga yang belum. Sampah yang masuk ke sini biasanya sudah tidak memiliki nilai ekonomi dan akan diproses. Selain itu, sisa pakan ternak dan kotoran kandang ayam diolah menjadi bio karbon,” terang Imam Wibowo kepada Gubernur.


















