MATASEMARANG.COM – Sumber energi moda transportasi di Indonesia bakal lebih beragam dan ramah lingkungan. Tidak lama lagi, Indonesia bakal uji coba kendaraan berbahan hidrogen.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera melakukan uji jalan (road test) kendaraan berbasis hidrogen, seperti bus, mobil, dan sepeda motor hasil konversi pada Juli sebagai bagian dari Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026.
“Acara ini (GHES) juga akan dihadirkan berbagai program utama, seperti konferensi, business matching, hydrogen road test, dan hydrogen vehicle test drive,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika membuka GHES secara virtual yang digelar di Kantor Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Jakarta, Selasa.
Yuliot menyampaikan rangkaian gelaran tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meyakinkan para pemangku kepentingan ihwal pengembangan industri hidrogen di Indonesia.
Keinginan pemerintah untuk mengembangkan ekosistem hidrogen di Indonesia melebihi penggunaan hidrogen di industri pupuk. Yuliot mengatakan ingin ekosistem hidrogen di Indonesia merambah sektor transportasi.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan hidrogen dan amonia sebagai Sumber Energi Baru strategis melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025, dengan proyeksi kontribusi hidrogen sekitar 10–12 persen terhadap energi primer nasional pada tahun 2060.
Saat ini, pemanfaatan hidrogen di Indonesia masih didominasi sektor industri pupuk dan kilang minyak, dengan konsumsi nasional sekitar 1,75 juta ton per tahun.


















