MATASEMARANG.COM Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi “terjun bebas”. Ini merupakan kejatuhan terdalam sepanjang tahun 2026.
Anjloknya IHSG imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara (hold) proses rebalancing indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia.
IHSG dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66 persen ke posisi 8.382,48. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 55,95 poin atau 6,39 persen ke posisi 820,16.
“Dari sisi pasar, keputusan MSCI ini berpotensi memberi tekanan pada pergerakan IHSG, khususnya dalam jangka pendek hingga menengah. Pembekuan kenaikan bobot saham Indonesia di indeks MSCI berarti potensi aliran dana pasif dari investor global menjadi tertahan. Padahal, dana indeks dan ETF selama ini menjadi salah satu penopang utama permintaan saham berkapitalisasi besar di Indonesia,” ujar Pengamat sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana di Jakarta, Rabu.
MSCI baru saja mengumumkan hasil konsultasi global terkait penilaian free float saham-saham Indonesia, dan isu tersebut langsung menjadi sorotan utama pelaku pasar
Dalam proses itu, sebagian investor global memang menyambut baik rencana penggunaan Laporan Komposisi Kepemilikan Bulanan KSEI sebagai referensi tambahan. Namun, secara umum mayoritas investor masih menyimpan kekhawatiran besar terhadap keandalan klasifikasi pemegang saham
“Mereka menilai data tersebut belum sepenuhnya mampu menggambarkan struktur kepemilikan yang sebenarnya, sehingga menimbulkan keraguan dalam menilai tingkat free float saham Indonesia,” ujar Hendra.


















