MATASEMARANG.COM – Di tengah maraknya Artificial intelligence (AI), pelaku industri kreatif yang ada di Kota Semarang diharapkan selalu bisa melek teknologi.
Plt Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Semarang Diah Supartiningtias menilai era AI ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik, bukan malah ditakuti.
“AI dapat mempercepat produksi, memperbaiki kualitas, dan membuka peluang-peluang bisnis yang sebelumnya tidak terpikirkan,” kata Diah, Selasa 25 November 2025.
Di era ketika teknologi semakin canggih, kata dia, ide adalah mata uang utama. Kota-kota yang mampu melindungi, merawat, dan mengembangkan ide kreatif akan menjadi pemenang. Selain itu, jadikan kreativitas sebagai sumber penghidupan.
“Daftarkan IP, kembangkan karakter, bangun jejaring, dan bermimpilah besar. Tidak ada karya yang terlalu kecil untuk menjadi besar,” ujar dia.
Diah mengatakan, kolaborasi adalah kunci. Pemerintah menyediakan ruang dan arah, namun ekosistem kreatif hanya akan tumbuh jika pelaku industri, komunitas, kampus, dan investor saling percaya dan bekerja bersama.
Semarang IP-Summit 2025, merupakan acara kali pertama digelar di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini. Hal ini menjadi momen dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis Intellectual Property atau kekayaan intelektual.
Pemkot Semarang, kata dia, berkomitmen membangun ruang kreatif terstruktur dan berkelanjutan bagi anak muda. Pihaknya ingin setiap ide baik karakter, desain, game, animasi, maupun komik memiliki rumah yang aman, tempat karya dilindungi, didampingi, dan diberi peluang tumbuh menjadi IP bernilai ekonomi tinggi.

















