2. Penggantian Komponen Jalur, yaitu penggantian bantalan rel (beton/kayu) yang mengalami retak atau rusak, penggantian rel aus dan penambahan dan penataan ballast (batu kricak) untuk menjaga kekuatan struktur jalur.
3. Pemeriksaan Jembatan dan Drainase, terdiri dari pemeriksaan detail konstruksi jembatan kereta api, pembersihan saluran air di kanan kiri jalur dan normalisasi drainase di daerah rawan banjir dan genangan.
4. Patroli dan Penjagaan Daerah Pantauan Khusus, terdiri dari peningkatan frekuensi patroli di daerah rawan amblesan, banjir, dan longsor, penempatan petugas siaga prasarana selama 24 jam di daerah pantauan khusus serta mengoperasikan Petugas pemeriksa Jalur (PPJ) ekstra selama masa angkutan Lebaran.
5. Pensempatan Alat Material Untuk Siaga (AMUS)
Menempatkan AMUS yang terdiri dari Batu ballast, besi, kayu, bantalan beton dan material lain diatas gerbong datar. AMUS ditempatkan di 5 lokasi wilayah Daop 4 Semarang, yaitu Stasiun Pekalongan, Stasiun Brumbung, Stasiun Gundih, Stasiun Cepu dan Stasiun Gambringan.
“Daop 4 Semarang menargetkan tidak adanya gangguan prasarana yang dapat menghambat perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026,” kata Luqman, Minggu, 1 Maret 2026.
Selain pekerjaan teknis, KAI juga menyiapkan tim tanggap darurat serta peralatan pendukung yang siap digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
Daop 4 Semarang berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran dengan tenang.





















