Komisi C DPRD Jateng Soroti Pentingnya Transparansi dan Akuntabilitas Penerimaan PAD

Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi bersama Samsat Klaten membahas LHP BPK mengenai Pajak Daerah, Rabu 29 Oktober 2025
Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi bersama Samsat Klaten membahas LHP BPK mengenai Pajak Daerah, Rabu 29 Oktober 2025

MATASEMARANG.COM – Dalam pengelolaan Pajak Daerah, persoalan transparansi dan akuntabilitas menjadi hal utama. Hal itu masih menjadi sorotan Komisi C DPRD Provinsi Jateng saat menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK di Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD/ Samsat) Kabupaten Klaten.

Saat berdiskusi dengan Kepala Samsat Klaten bersama jajarannya, Rabu 29 Oktober 2025, Sekretaris Komisi C DPRD Provinsi Jateng Anton Lami Suhadi mengatakan ada potensi pajak air permukaan (PAP) dari PDAM Klaten yang belum tercatat di Samsat Klaten dan PDAM Kabupaten Klaten. Hal itu merupakan temuan dari LHP BPK 2024.

BACA JUGA  Komisi B Minta Dinas Damkar Ikut Pantau Kondisi Hidran di Kota Semarang

“Kami ke sini fokus pada evaluasi PAD sektor pajak daerah, tindak lanjut temuan LHP BPK 2024 dan monitoring Program Sengkuyung,” kata Anton.

Bacaan Lainnya

Menjawabnya, Kepala Samsat Klaten Hanindyatama menjelaskan dalam LHP BPK 2024, terdapat selisih data antara Bapenda dan PDAM dimana Bapenda mencatat ada 9 dan PDAM 10 obyek sumber air. Dari kondisi itu, BPK menilai terdapat ketidaksesuaian jumlah obyek PAP.

BACA JUGA  Dewan Nilai Fungsi Pompa Kurang Maksimal Atasi Banjir di Timur Semarang

Dalam hal ini, lanjut dia, perbedaan data antara dari Bapenda dan PDAM itu karena terdapat penambahan sumber mata air baru di Umbul Ingas Desa Cokro dan sudah dilakukan pengukuran baru pada Desember 2024. Pembayaran obyek PAP baru itu sudah dilakukan sejak Januari 2025.

“Diakui, di Klaten ini banyak terdapat obyek air permukaan,” kata Hanindyatama.

Sementara, Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Merapi Kabupaten Klaten Sigit Setyawan B ikut menjelaskan mengenai temuan dalam LHP BPK 2024. Ia mengakui bahwa saat ini ada 10 obyek air permukaan.

Pos terkait