Model Pembelajaran Apa yang Cocok untuk Anak Usia Dini hingga SD?

MATASEMARANG.COM – Pendidikan yang menyenangkan atau playful learning menjadi pendekatan yang kian mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini hingga sekolah dasar.

Pendekatan ini berangkat dari pemahaman bahwa anak belajar paling efektif ketika mereka merasa aman, senang, dan terlibat secara aktif. Namun, akses terhadap proses belajar yang suportif dan ramah anak belum dirasakan merata, terutama oleh anak-anak yatim piatu yang kerap menghadapi keterbatasan sarana belajar sekaligus dukungan emosional.

BACA JUGA  Tim PKM Unsoed Cegah Stunting lewat Edukasi dan Inovasi Pangan ‘LoWiPro’

Kesenjangan inilah yang mendorong berbagai pihak, termasuk pemerintah, komunitas, dan sektor swasta,  mengambil peran dalam memperluas akses terhadap pembelajaran yang lebih inklusif. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan adalah menghadirkan alat bantu belajar berbasis playful learning yang memungkinkan anak memahami konsep secara konkret melalui aktivitas bermain.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Deretan Inovasi Unggulan Unsoed, Bappenas Siap Dorong Kolaborasi Riset

Psikolog anak Intan Erlita MPsi Psikolog menjelaskan bahwa playful learning  merupakan proses belajar yang disesuaikan dengan cara alami anak mengenal dunia.

Playful learning adalah belajar yang dibungkus dalam kegiatan bermain. Anak bergerak, berinteraksi, dan mencoba memahami hal baru. Kegiatan bermain ini memiliki tujuan pembelajaran yang jelas,” kata Intan, yang juga founder Titik Putih

Menurut dia, pendekatan ini relevan bagi anak usia dini hingga sekolah dasar karena sesuai dengan karakter perkembangan mereka. Anak pada usia tersebut memiliki rasa ingin tahu tinggi dan kebutuhan untuk bereksplorasi, sehingga metode belajar pasif cenderung kurang efektif.

Pos terkait