Petani Kentang Wonosobo Adopsi Inovasi Penyiraman Otomatis Polines

Tim PkM Polines menyerahkan pemantau screen house kentang kepada pengelola Mitra Petani Muda Farm di Desa Mudal, Wonosobo (foto: Polines)
Tim PkM Polines menyerahkan pemantau screen house kentang kepada pengelola Mitra Petani Muda Farm di Desa Mudal, Wonosobo (foto: Polines)
  • PkM Polines mengimplementasikan teknologi IoT untuk memodernisasi pembenihan hortikultura di Wonosobo
  • Tim akademisi merancang sistem penyiraman dan pemantauan mikroiklim otomatis pada fasilitas screen house pembibitan kentang

MATASEMARANG.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Semarang (Polines) menghadirkan terobosan teknologi berbasis Internet of Things (IoT).

Inovasi tersebut bertujuan untuk memodernisasi pembenihan hortikultura di Mitra Petani Muda Farm, Desa Mudal, Kabupaten Wonosobo.

Alat tersebut meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengasah kemandirian teknis para petani muda lokal di kawasan dataran tinggi.

Bacaan Lainnya

Ketua Tim PkM Polines M. Cahyo Ardi Prabowo bersama jajaran dosen yakni Irrin Mirrah Luthfia dan Roni Apriantoro serta mahasiswa memasang sistem penyiraman dan pemantauan otomatis pada fasilitas screen house seluas 80 meter persegi yang difokuskan untuk pembibitan tanaman kentang.

Melalui perangkat sensor pintar yang terintegrasi, para pengelola bibit dapat memantau indikator kelembapan tanah, suhu udara, hingga keteraturan pasokan nutrisi secara akurat dan langsung (real-time) hanya melalui ponsel pintar (smartphone).

“Implementasi teknologi berbasis IoT yang dikembangkan di kampus ini disesuaikan dengan tantangan operasional budidaya kentang di lokasi tersebut,” M. Cahyo Ardi Prabowo, Selasa, 20 Oktober 2026.

Penerapan otomatisasi ini menghadirkan keunggulan manajerial konkret, antara lain kepastian presisi dosis pemberian nutrisi cair, penyesuaian suhu mikroiklim guna menekan risiko kegagalan tumbuh bibit, serta penghematan signifikan pada pemakaian air, listrik, dan alokasi tenaga kerja harian.

Kehadiran teknologi tepat guna tersebut disambut antusias oleh komunitas tani lokal.

Pos terkait