Sakura Exchange Program: Mahasiswa Unsoed Belajar Riset Protein dan Biosensor di Jepang

Mahasiswa Kimia Unsoed ikuti Sakura Exchange Program di Jepang, perkuat riset globaL (foto: Unsoed)
Mahasiswa Kimia Unsoed ikuti Sakura Exchange Program di Jepang, perkuat riset globaL (foto: Unsoed)

MATASEMARANG.COM – Dua mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), mengikuti Sakura Exchange Program in Science 2026 di University of Fukui, Jepang, pada 25–31 Januari 2026.

Delegasi Unsoed terdiri atas Novia Rahmandani Shoobiroh (mahasiswa S2 Kimia) dan Syifa Mia Nurshabrina (mahasiswa S1 Kimia). Keduanya bergabung bersama delapan mahasiswa internasional dari Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.

Program ini telah berlangsung sejak 2017 sebagai bagian dari kerja sama akademik antara Unsoed dan University of Fukui, dibimbing oleh Prof. Amin Fatoni (Unsoed) dan Prof. Eiichiro Takamura (University of Fukui).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  FEB Unsoed Edukasi Siswa SMA Negeri 2 Purwokerto tentang Investasi Pasar Modal

Rangkaian kegiatan dimulai dengan orientasi dan pengenalan laboratorium, dilanjutkan dengan presentasi poster ilmiah bersama mahasiswa lokal. Peserta kemudian mengikuti sesi riset intensif, antara lain:

  • Prof. Satomura: eksplorasi protein lingkungan, database protein, prediksi struktur 3D dengan AlphaFold, serta praktik SDS-PAGE.
  • Prof. Sakamoto: pengembangan biosensor berbasis triboelektrik, pembuatan film nanofiber dari PVDF, nylon, dan carbon nanotube.
  • Prof. Takamura: desain molekular enzim dan visualisasi struktur protein dengan PyMOL.
  • Prof. Fujita: teknologi biomaterial untuk kultur sel, termasuk 3D printing dan electrospinning.
BACA JUGA  Unsoed dan Chiba University Gelar Summer Course Ke-3

Meski wilayah Fukui dilanda salju lebat sehingga beberapa agenda dipadatkan, seluruh kegiatan inti tetap berjalan dan ditutup dengan reporting session.

Prof. Amin Fatoni menegaskan, program ini memberi dampak positif bagi pengembangan kapasitas mahasiswa.

“Sakura Exchange Program menjadi sarana penting untuk pengalaman riset internasional, meningkatkan komunikasi ilmiah, serta memperluas jejaring kolaborasi global,” ujarnya, Rabu 4 Februari 2026.

Keikutsertaan mahasiswa Kimia FMIPA Unsoed diharapkan memperkuat riset, inovasi, dan kesiapan lulusan untuk berkontribusi dalam pengembangan sains dan teknologi di tingkat internasional.

BACA JUGA  Kemenag: Jangan Usir Anak-anak yang Bermain di Lingkungan Masjid

Pos terkait