Tim PKM Unsoed Cegah Stunting lewat Edukasi dan Inovasi Pangan ‘LoWiPro’

Pencegah stunting lewat edukasi dan inovasi pangan ‘LoWiPro’ (foto: Humas Unsoed)
Pencegah stunting lewat edukasi dan inovasi pangan ‘LoWiPro’ (foto: Humas Unsoed)

Penguasaan Keterampilan Baru

Masyarakat kini mampu secara mandiri memproduksi pangan fungsional yang sehat dan bergizi. Kemampuan ini merupakan modal utama untuk keberlanjutan program di masa depan.

Tumbuhnya Inisiatif Kewirausahaan Sosial

Bacaan Lainnya

Dampak yang paling menggembirakan adalah munculnya inisiatif dari para peserta untuk memasarkan produk ‘LoWiPro’. Mereka secara proaktif merancang strategi pemasaran sederhana dan menjajaki kerja sama untuk menjadikan produk ini sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) resmi di Posyandu. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran pola pikir dari konsumtif menjadi produktif.

BACA JUGA  60 Dosen Baru Unsoed Ikuti Pelatihan Pekerti 2026

“Tujuan utama kami bukan hanya memberikan produk, tetapi memberdayakan masyarakat agar mereka bisa menjadi agen perubahan bagi kesehatan anak-anak mereka sendiri. Melihat antusiasme dan inisiatif mereka untuk mengembangkan ‘LoWiPro’ secara mandiri adalah keberhasilan yang sesungguhnya dari program ini,” terang Ketua Tim Pelaksana Rizqi Yanuar Pauzi.

Program ini berhasil diselenggarakan berkat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kemdiktisaintek.

Ke depan, tim akan terus mendampingi masyarakat dalam pelembagaan kelompok usaha dan persiapan sertifikasi produk untuk jangkauan pasar yang lebih luas.

Pos terkait