MATASEMARANG.COM – Kota Semarang berkomitmen penuh menuju transportasi publik berkelanjutan dengan meluncurkan strategi modernisasi dan transisi bus listrik.
Dalam diskusi bertema “Strategi Modernisasi dan Transisi Bus Listrik Menuju Layanan Angkutan Umum Kota Semarang yang Berkelanjutan” yang digelar di Hotel Santika Premiere Semarang, Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang HM Rukiyanto menekankan pentingnya kebijakan anggaran untuk mendukung subsidi angkutan umum.
Dalam diskusi yang digelar pada Senin 9 Februari 2026 tersebut, dia memaparkan bahwa Trans Semarang sebagai tulang punggung angkutan publik kota kini menghadapi tantangan besar, yakni modernisasi armada, peningkatan kenyamanan, dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Strategi yang disusun mencakup audit armada bus diesel, penggantian bertahap dengan bus listrik, serta peningkatan standar layanan publik melalui halte modern dan sistem pembayaran nontunai.
Tahapan Transisi Bus Listrik:
- Fase I: Uji coba dua unit bus listrik di Koridor 1 (Terminal Mangkang — Simpang Lima — Terminal Penggaron) dengan layanan gratis bagi masyarakat.
- Fase II: Perluasan armada melalui dukungan pembiayaan DPRD dan prioritas koridor dengan pengguna tinggi.
- Fase III: Integrasi infrastruktur pengisian daya di depo dan terminal utama.
Rukiyanto mengatakan keberhasilan transisi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga dukungan kebijakan, kesiapan operator, serta kolaborasi multi-stakeholder antara pemerintah, DPRD, akademisi, dan sektor swasta.
Tantangan seperti biaya investasi tinggi, minimnya infrastruktur charging, dan rendahnya adopsi masyarakat akan diatasi dengan skema pembiayaan bertahap, kerja sama dengan PLN, kampanye publik, serta pelatihan teknis bagi operator.
“Transisi bus listrik bukan sekadar penggantian teknologi, melainkan strategi komprehensif modernisasi layanan. Dukungan kebijakan dan kesiapan infrastruktur menjadi pilar utama,” ujar Rukiyanto.


















