MATASEMARANG.COM – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menunjukkan kepedulian tinggi terhadap bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Sebagai bentuk aksi nyata, Unsoed membentuk Tim Kesiagaan Bencana dengan program “Unsoed Bersama Sumatra” untuk mengoordinasikan solidaritas sivitas akademika dalam penanganan darurat dan pascabencana.
Langkah awal tim ini adalah melakukan pendataan mahasiswa asal daerah terdampak, penggalangan donasi, serta penyaluran bantuan berupa logistik, biaya hidup, dan pendampingan psikologis.
Penyaluran tahap pertama dilakukan Rabu 10 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia, sebagai refleksi dukungan terhadap hak hidup yang aman bagi korban bencana.
Ketua Tim Siaga Bencana, Dr. Dyah Susanti, melaporkan dari total 370 mahasiswa asal Aceh, Sumut, dan Sumbar, tercatat 49 mahasiswa terdampak.
“Aceh 11 orang, Sumatra Utara 31 orang, dan Sumatra Barat 7 orang,” jelasnya. Pendataan dilakukan sejak 6–10 Desember 2025 dengan bantuan relawan Relawan Tangguh Soedirman.
Unsoed juga menyalurkan donasi ke sembilan posko bencana di tiga provinsi dengan total Rp100 juta, serta membebaskan UKT bagi mahasiswa terdampak.
“Unsoed hadir membantu mahasiswa yang menghadapi kondisi sulit, memberikan bantuan biaya hidup, pendampingan psikologis, dan dukungan relawan,” tegas Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng.
Salah satu mahasiswa terdampak, Zulfahmi dari Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, mengaku keluarganya kehilangan hasil panen akibat bencana.


















