Wali Kota Semarang Bakal Evaluasi Total Operasional BRT

MATASEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memberi perhatian serius atas operasional BRT Trans Semarang yang saat ini menjadi sorotan warga.

Selain kondisi bus yang sudah tua dan kerap mengepulkan asap hitam pekat, cara sopir bus mengemudikan BRT itu juga kerap dikeluhkan warga.

Oleh karena itu saat ini Wali Kota tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengoperasian BRT Trans Semarang, seiring terjadinya insiden kecelakaan beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Agustina Komitmen Sukseskan Program Perumahan MBR di Kota Semarang

“Ada beberapa hal yang menjadi indikasi. Nomor satu, sepertinya alasannya adalah keberatan muatan. Yang kedua, karena memang mesinnya sudah tidak seperti baru. Yang ketiga sumber daya manusianya. Tiga hal ini kita evaluasi,” katanya, di Semarang, Selasa.

Ia mengatakan bahwa pihak ketiga selaku operator telah dipanggil dan mendapat teguran agar segera melakukan pemeriksaan ulang.

Menurut dia, persoalan kelebihan penumpang menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Semarang.

Sebab, penambahan jumlah armada dinilai tidak sederhana karena berdampak langsung pada naiknya biaya operasional kendaraan (BOK), sementara subsidi untuk Trans Semarang sudah cukup besar.

BACA JUGA  Naik BRT Trans Semarang Cuma Bayar Rp80, Berlaku sampai 18 Agustus 2025

“Kami ingin jumlah penumpang yang naik itu seimbang dengan jumlah armada yang ada, tetapi pemerintah kota tidak akan mampu itu. Hari ini kemampuan kita hanya seperti itu,” katanya.

Ia mengingatkan agar para pengemudi tidak memaksakan mengangkut penumpang ketika bus sudah mencapai kapasitas maksimal karena berpotensi menimbulkan bahaya.

Selain kelebihan muatan, ia menyoroti kondisi kesehatan bus yang dinilai tidak optimal.

Pos terkait