Awal 2026: Harga Bumbu Dapur Turun, Daging Sapi Diprediksi Naik hingga Lebaran

ilustrasi daging sapi (pixabay/ webandi)
ilustrasi daging sapi (pixabay/ webandi)

MATASEMARANG.COM – Setelah sempat melonjak pada akhir tahun lalu, harga komoditas kebutuhan pokok di Kabupaten Batang kini perlahan kembali normal.

Sejumlah bumbu dapur dan bahan pangan menunjukkan tren penurunan harga, meski ada komoditas yang justru merangkak naik di awal tahun.

Laila, pedagang sayuran di Pasar Induk Batang menyebutkan cabai rawit merah yang sempat menembus Rp50 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp40 ribu.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Penuaan Penduduk Asia Tenggara Bakal Guncang Sektor Pertanian

Hampir semua jenis sayur juga mengalami penurunan harga. Namun, cabai rawit hijau justru naik dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

“Naiknya waktu mau Natal sama tahun baru, sekarang sudah mulai normal lagi. Cuma cabai rawit hijau malah naik,” ujarnya, Senin 5 Januari 2026.

Komoditas lain yang ikut stabil adalah ayam potong. Setelah sempat naik hingga Rp42 ribu per kilogram saat puncak Nataru, kini harga turun Rp2.000 menjadi Rp40 ribu per kilogram.

BACA JUGA  Harga Emas "Terbang" Menjadi Rp2,537 Juta Per Gram

Meski demikian, pedagang memperkirakan harga ayam bisa kembali naik menjelang Lebaran karena tingginya permintaan.

Berbeda dengan cabai dan ayam, harga daging sapi justru mengalami kenaikan.

Lilis, pedagang daging sapi mengungkapkan harga daging sapi naik dari Rp120 ribu menjadi Rp125 ribu per kilogram akibat mahalnya harga sapi hidup.

“Permintaan saat Natal kemarin meningkat dua kali lipat, tapi sekarang harga sapinya mahal,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga daging berdampak pada penurunan omzet hingga setengahnya dibandingkan Desember 2025.

BACA JUGA  Pemkot Tegaskan Semarang Bebas Beras Oplosan

Para pedagang memprediksi harga daging sapi akan kembali naik menjelang Idulfitri, bahkan bisa mencapai Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram.

Pos terkait