MATASEMARANG.COM – Pemerintah menyiapkan anggaran Rp335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 demi mendukung peningkatan gizi dan penguatan ekonomi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan jaminan pendanaan program MBG berasal dari APBN sehingga pelaksanaannya aman, berkelanjutan, dan terukur demi memastikan keberlangsungan layanan gizi bagi para penerima manfaat.
“Jaminannya itu APBN. Tahun ini pemerintah menyiapkan untuk MBG sebesar Rp335 triliun, jadi aman,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa.
Anggaran tersebut dirancang untuk mendukung target penerima manfaat program MBG sekitar 82 juta orang di seluruh Indonesia pada 2026.
Ia menilai program MBG mampu menggerakkan perekonomian karena operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibayar di awal sehingga arus kas pelaksana menjadi kuat dan stabil, sekaligus mendorong investasi lokal, usaha kecil, dan ekonomi daerah.
Model bisnis SPPG dinilai menarik karena pembayaran dilakukan sebelum proses produksi, sehingga memberikan kepastian arus kas, mempercepat perputaran modal, dan mendorong replikasi unit dapur baru.
“Model bisnis SPPG ini luar biasa. Karena dibayar di awal, baru memproduksi, sehingga sebetulnya arus kasnya bagus. Dan beberapa yang kami monitor, ada yang sudah memiliki satu SPPG dan pasti mau membangun yang kedua dan seterusnya,” ujarnya.
Di daerah seperti Lamongan, kata Airlangga, terdapat partisipasi masyarakat yang bergotong royong membangun usaha SPPG, yang mencerminkan efek pengganda ekonomi dari program MBG.

















