Peter menyebut musik rap kali ini bukan lagi sekadar untuk panggung besar, melainkan untuk tanaman di kebunnya.
Ia ingin menghibur sekaligus memberi energi pada kehidupan yang ia rawat setiap hari.
Dengan “Petani”, Peter Salem menegaskan bahwa hip-hop bisa lahir dari tanah, tumbuh bersama akar, dan bersuara untuk mereka yang memberi makan bangsa.
Sebuah perjalanan dari panggung gemerlap Semarang ke ladang sunyi di TTS, yang kini justru menjadi panggung baru penuh makna.





















