Tempo Doeloe Tour: Rasakan Sensasi Jadi Noni Belanda Sehari di Kota Lama Semarang

Rasakan menjadi Tuan dan Noni Belanda dengan Tempo Doeloe Tour (foto: Instagram @tempodoeloetour)
Rasakan menjadi Tuan dan Noni Belanda dengan Tempo Doeloe Tour (foto: Instagram @tempodoeloetour)

MATASEMARANG.COM – Kawasan Kota Lama Semarang selalu punya cara untuk menyihir pengunjungnya. Belakangan ini ada cara baru yang lebih “niat” untuk menikmati atmosfer kolonial di sana.

Bukan sekadar jalan-jalan biasa, para pelancong kini bisa bertransformasi total menjadi noni dan tuan Belanda lewat jasa Tempo Doeloe Tour. Tren berwisata dengan kostum klasik ini tengah naik daun di media sosial.

Terpusat di area GIK Kota Lama, layanan ini menawarkan pengalaman imersif, yakni memadukan narasi sejarah, busana vintage, dan sesi dokumentasi di sudut-sudut paling ikonis.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Dugderan 2026 Digadang-Gadang Bakal Lebih Meriah

Melintasi Ruang dan Waktu

Bayangkan menyusuri jalanan berbatu di bawah rindangnya pepohonan tua dengan balutan busana vintage bergaya Eropa abad ke-19.

Bagi perempuan, gaun-gaun cantik lengkap dengan aksesorisnya siap mengubah penampilan menjadi noni Belanda yang anggun.

Sementara bagi pria, setelan ala Tuan tanah memberikan kesan gagah dan maskulin yang selaras dengan arsitektur gedung-gedung kuno di sekelilingnya.

Lebih dari Sekadar Foto

Tak hanya soal estetika visual untuk pamer di Instagram, Tempo Doeloe Tour juga memberikan nilai tambah melalui cerita di balik setiap bangunan.

BACA JUGA  Kapolsek Tembalang Ajak Siswa SMP N 33 Semarang Bijak Bermedia Sosial

Menariknya lagi, pengunjung bisa melengkapi sesi foto mereka dengan menunggangi sepeda ontel antik, menambah kesan nostalgia yang semakin kental.

Bagi pengunjung yang ingin merasakan kencan romantis ala kolonial atau sekadar ingin mengabadikan momen unik bersama sahabat, Tempo Doeloe Tour berbasis di GIK Kota Lama Semarang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai paket tur dan reservasi, Anda bisa mengintip portofolio mereka di:

Pos terkait