MATASEMARANG.COM – Cewek di Jepang lebih suka curhat dan minta saran dari aplikasi kecerdasan buatan (AI).
Lebih dari separuh remaja putri di Jepang yang menggunakan AI meminta saran dari akal imitasi terkait masalah pribadi, menurut survei terbaru pemerintah.
Temuan tersebut menyoroti peran teknologi yang semakin besar di kalangan perempuan muda, demikian dilaporkan Kyodo, Jumat.
Survei yang dilakukan oleh panel konsumen Kantor Kabinet Jepang menunjukkan 52,4 persen remaja putri berkonsultasi dengan AI mengenai kekhawatiran mereka—angka tertinggi dibandingkan kelompok usia dan gender lainnya.
Lebih dari 30 persen perempuan berusia 20–40 tahun juga menggunakan AI untuk tujuan serupa, sementara kurang dari 30 persen laki-laki melakukannya di semua kelompok usia.
Pengguna tertinggi di kalangan laki-laki adalah mereka yang berusia 30-an, dengan 29,1 persen.
Survei daring tersebut dilakukan pada Februari terhadap 1.442 pengguna AI generatif, mulai dari remaja hingga usia 70 tahun ke atas.
Ketika ditanya mengenai tujuan penggunaan AI sehari-hari, 76,4 persen responden menyebut pencarian informasi dan riset, diikuti penulisan dan penyuntingan teks (33,9 persen), serta konsultasi masalah pribadi (23,3 persen).
Meskipun pencarian informasi menjadi tujuan utama di semua kelompok usia, konsultasi masalah pribadi menempati posisi kedua di kalangan remaja putri dan ketiga di kalangan perempuan usia 20–40 tahun.
Survei juga menemukan bahwa 38,6 persen responden menyatakan sangat atau cukup mempercayai saran AI terkait hubungan personal dan interaksi sosial.


















