Bisnis Burung Kicau beserta “Perintilannya” Tembus Rp2 Triliun

MATASEMARANG.COM – Hobi memelihara sekaligus menikmati suara burung kicau ikut menggerakkan perekonomian negeri. Bisnis burung kicau beserta “perintilannya” seperti sangkar, pakan, vitamin, hingga aksesoris lainnya disebut mencapai Rp2 triliun di negeri ini.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut ekosistem burung kicau di Indonesia memiliki nilai ekonomi besar, dengan angka mencapai Rp1,7 triliun hingga Rp2 triliun.

Dalam Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM di Jakarta, Minggu, ia menyampaikan potensi ini dinilai akan terus meningkat seiring dengan makin maraknya penyelenggaraan lomba burung berkicau di berbagai daerah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Vidi Aldniano Wafat, Deddy Corbuzier Tulis Pesan yang Menyentuh

“Kalau lomba burung berkicau makin banyak, maka dampaknya juga kian besar. Kalau kita lihat nilai ekonomi di balik kicau burung itu sekitar Rp1,7 sampai Rp2 triliun. Ekspor kita burung hias itu tahun lalu saja sekitar Rp12,5 miliar,” ucapnya.

Budi menjelaskan, geliat lomba burung berkicau tidak hanya berdampak pada hobi semata, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor usaha yang terhubung langsung dalam rantai ekosistem tersebut, mulai dari peternak burung, pelaku breeding, hingga industri pendukung seperti pakan, dan perlengkapan.

BACA JUGA  Putar Rekaman Suara Burung Pun Harus Bayar Royalti

“Karena ini burung ternak, jadi peternaknya semakin banyak, breeding semakin banyak, kemudian pembuat sangkar burung semakin banyak, pabrik pakan semakin banyak, peternak jangkrik juga banyak, karena jangkrik salah satu makanan burung, kemudian juga tentu penjual, penjualnya akan makin banyak,” katanya.

Lebih lanjut, Mendag menegaskan bahwa pengembangan ekosistem kicau burung juga sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa burung yang dilombakan merupakan hasil ternak, bukan tangkapan dari alam liar sehingga tidak mengancam populasi burung di habitat aslinya.

Pos terkait