MATASEMARANG.COM – Rasa ingin tahu yang besar pada anak sering kali mendorong mereka menjelajah ke berbagai titik di dalam rumah. Di zaman sekarang, keberadaan colokan listrik yang mudah dijangkau menjadi kebutuhan.
Sayangnya, orang tua kadang abai menempatkan stop kontak di tempat paling aman sehingga benda beraliran listrik juga jadi sasaran sentuh anak.
Lantas tindakan pertama apa ketika menghadapi anak yang kesetrum listrik?
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan menerapkan prinsip bantuan hidup dasar (BHD) saat memberikan pertolongan pertama pada anak yang mengalami sengatan listrik atau kesetrum. Tindakan darurat ini guna meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum mendapat penanganan medis.
Ketua Umum PP IDAI Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K) mengatakan penanganan awal pada korban kesetrum perlu berfokus pada pemeriksaan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi darah sesuai standar kegawatdaruratan.
“Anak kesetrum harus ditangani sesuai standar awal kegawatdaruratan, yaitu airway atau jalan napas, breathing atau pola napas, dan circulation atau sirkulasi,” kata Piprim di sela kegiatan puncak HUT ke-72 IDAI di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu.
Menurut dia, masyarakat kerap melakukan tindakan yang tidak tepat saat menghadapi korban kesetrum, seperti menggosokkan minyak atau melakukan cara-cara lain yang tidak berkaitan dengan penyelamatan fungsi vital tubuh.
Padahal, langkah terpenting adalah memastikan jalan napas korban tetap terbuka serta memeriksa kondisi pernapasan dan sirkulasi darah.


















