MATASEMARANG.COM – Opor ayam, salah satu hidangan khas Lebaran yang selalu hadir di meja makan, ternyata tidak boleh dipanaskan berulang kali.
Hal ini diungkapkan oleh koki selebriti Martin Natadipraja dalam diskusi Beat Diabetes bersama Tropicana Slim di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut Martin, makanan berbahan santan seperti opor hanya bisa dipanaskan kembali maksimal dua hingga tiga hari.
Jika lebih dari itu, risiko pertumbuhan bakteri meningkat dan cita rasa makanan akan rusak.
“Kalau opor saran saya karena mengandung santan, dua sampai tiga hari maksimal harus sudah selesai dihabiskan. Jangan terlalu lama sampai seminggu,” jelas Martin dikutip dari Antara pada Jumat 20 Maret 2026.
Ia menambahkan, proses pemanasan berulang menyebabkan perubahan suhu naik turun dari dingin ke panas. Kondisi ini membuat bakteri lebih cepat aktif sehingga makanan menjadi basi.
Selain opor, Martin juga menegaskan bahwa sayuran hijau seperti kangkung, sawi, pokcoy, maupun gulai daun singkong sebaiknya tidak dipanaskan berulang kali.
Sedangkan untuk daging dan ikan, lebih baik dikonsumsi segar tanpa pemanasan berulang.
“Memanaskan makanan berulang kali bisa merusak cita rasa dan berdampak pada kesehatan. Kecuali rendang, karena sudah melalui proses karamelisasi,” tambahnya.
Martin menyarankan agar makanan bersantan disimpan di kulkas dan hanya dipanaskan sekali atau dua kali saja. Dengan begitu, kualitas rasa tetap terjaga dan risiko kesehatan bisa diminimalisir.


















