“Secara umum, seluruh zona musim di wilayah Jawa Tengah masih berada pada periode musim hujan, sehingga peluang kejadian hujan lebat masih cukup tinggi, terutama di daerah perbukitan dan pegunungan,” katanya.
Selain berbasis akumulasi curah hujan dasarian, kata dia, prakiraan cuaca 10 harian juga menunjukkan potensi hujan lebat di banyak kabupaten/kota pada periode 21-28 Februari, dengan sebaran yang dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer.
Ia mengatakan peringatan dini cuaca dan iklim tersebut juga memuat prospek gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah, dengan tinggi gelombang di Samudera Hindia selatan Jateng berpotensi mencapai kisaran 2,5-4 meter pada periode tertentu, serta gelombang kategori sedang (tinggi gelombang 1,25-2,5 meter) di sejumlah perairan lainnya.
Ia mengharapkan informasi peringatan dini dasarian dapat dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai dasar penguatan mitigasi, termasuk kesiapan infrastruktur pengendali banjir, pemantauan daerah rawan longsor, dan sistem peringatan dini di tingkat lokal.
“Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan berintensitas tinggi dan berdurasi lama serta rutin memantau pembaruan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat,” kata Teguh. [Ant]


















