MATASEMARANG.COM – Insiden tanah gerak yang terjadi di wilayah RT 07 RW 01 Kelurahan Jangli Kecamatan Tembalang mulai terjadi sejak beberapa pekan lalu.
Hingga saat ini sudah ada 15 rumah warga yang rusak bahkan sampai ada yang benar-benar tidak bisa ditinggali.
Salah satu warga Slamet Riyadi mengaku tidak bisa lagi menempati rumahnya yang terdampak tanah gerak. Sudah tiga hari terakhir, Slamet dan keluarga juga sejumlah warga lainnya memilih mengungsi dan beristirahat di musala.
Tak hanya itu, Slamet juga memilih merobohkan rumahnya karena menjadi salah stau rumah yang terdampak paling parah akibat peristiwa tanah gerak.
Ia menyebut semua lantai rumahnya retak dan menggelembung. Bahkan kandang ternak miliknya yang ada di belakang rumah juga roboh.
“Kambing-kambingnya sekarang sudah dipindahkan. BPBD juga menyarankan kalau rumah saya sudah tidak layak untuk ditempati,” kata Slamet pada Kamis, 12 Februari 2026.
Rumah berukuran 4×10 meter miliknya, saat ini sudah rata dengan tanah. Dia juga menyelamatkan beberapa material yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk membangun kembali rumah di lokasi lain.
Hingga saat ini pergerakan tanah di wikayah tersebut belum sepenuhnya terhenti. Apalagi saat hujan deras seperti Rabu 11 Februari 2026 sore kemarin, membuat warga semakin cemas.
“Rasa goncangan-goncangan itu ada, rumah saya semalam masih kedengaran bunyi pletok-pletok, jelas tanah ini memang bergerak,” ujarnya.
Peristiwa tanah gerak di wilayah Jangli ini tidak hanya merusak rumah warga, tapi juga memutus akses jalan Jangli-Undip akibat patahan yang membelah badan jalan dan membuat kendaraan tidak dapat melintas.


















