Nuning menambahkan, keterlibatan di lapangan melatih mahasiswa untuk berpikir kritis dalam mengenali sumber polutan, mengambil sampel data mikroiklim air, hingga merancang analisis mitigasi pencegahan pencemaran secara presisi.
“Ilmu pengetahuan harus hadir dalam tindakan, dan kepedulian harus diwujudkan melalui kontribusi nyata. Saya berharap mahasiswa tidak hanya pulang membawa dokumentasi kegiatan, tetapi juga pengetahuan baru dan pengalaman mendalam,” katanya.
Penyelenggaraan WCD 2026 ini turut didukung penuh oleh lintas mitra strategis, meliputi PT Surveyor Indonesia, PLN IP UBP Adipala, Pusat Biodiversitas Maritim Unsoed, RELPI, serta Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto.
Sinergi antara dunia pendidikan tinggi, industri BUMN, dan masyarakat ini diharapkan mampu memicu perubahan perilaku publik dalam memilah sampah dari hulu serta menekan penggunaan barang sekali pakai di kawasan pariwisata bahari.

















