MATASEMARANG.COM – Situasi dunia pada pekan mendatang bakal kembali dilanda ketidakpastian menyusul perundingan Iran dengan AS yang gagal menghasilkan kesepakatan.
Pemimpin delegasi perundingan AS, Wakil Presiden J.D. Vance, Minggu (12/4) menyatakan Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan setelah melalui perundingan panjang. Delegasi AS segera kembali ke negaranya tanpa membawa hasil kesepakatan.
Kegagalan mencapai kesepakatan antara AS dan Iran dinilai lebih merugikan Teheran dibandingkan Washington, demikian menurut Wakil Presiden AS J.D. Vance.
“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir ini merupakan kabar yang jauh lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” kata Vance kepada wartawan usai perundingan.
Vance yang merupakan Ketua Delegasi AS dalam pembicaraan dengan Iran di Islamabad, Pakistan itu juga menyampaikan bahwa AS telah menunjukkan fleksibilitas yang cukup selama proses negosiasi dengan Iran. Ia menegaskan bahwa Washington telah dengan jelas menyampaikan garis merah serta ruang kompromi dalam perundingan tersebut.
Menurut Vance, Iran memutuskan untuk tidak menerima persyaratan yang diajukan oleh AS. “Mereka telah memilih untuk tidak menerima syarat kami,” ujarnya kepada wartawan setelah pembicaraan.
Ia menambahkan bahwa AS tetap berharap Iran berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang.
“Pertanyaannya sederhana, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang atau dua tahun ke depan, tetapi untuk jangka panjang? Kami belum melihatnya. Kami berharap akan melihatnya,” kata Vance.


















