“Kita harus akui Thailand tim yang sangat bagus, saya apresiasi perjuangan pemain sampai detik terakhir,” kata Erick kepada wartawan di SUGBK, Senin.
Unggul Dulu
Indonesia unggul lebih dulu pada menit ke-84 melalui tendangan bebas Dean James yang dibelokkan pemain Thailand. Gol ini terjadi tiga menit setelah Nicholas Mickelson mendapatkan kartu kuning kedua yang membuatnya diusir dari lapangan.
Sayang, keunggulan Garuda tak bertahan lama. Mereka malah kebobolan dengan 10 pemain Thailand saat Gajah Perang menyamakan kedudukan tiga menit kemudian lewat Iklas Sanron, yang membuat laga berlanjut ke babak adu penalti.
Pada babak tambahan waktu, gol Peeradol Chamratsamee pada menit ke-111 sempat membuat publik SUGBK terdiam. Namun, empat menit berselang gol Elkan Baggott menyelamatkan nasib tuan rumah, yang kemudian memenangkan adu penalti dengan skor 4-2 setelah kiper Emil Audero menepis tendangan Nattapong Sayriya.
“Dua game yang tidak mudah, (lawan Bangladesh) 9-2 tidak mudah, hari ini juga 2-2, tidak mudah. Ini pelajaran bagus untuk semua pemain dan pelatih bahwa kalau memang kita mau masuk Piala Dunia (2030),” ucap Erick.
“Kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat, tapi kita bangsa Indonesia, bukan bangsa kalahan, kita harus terus tingkatkan sepak bola kita,” tambah dia.
Erick mengatakan akan mengevaluasi permainan timnas guna mempersiapkan Piala Asia 2027.
“Ya banyak nanti saya sama coach, ada banyak. Titik titik kelemahan yang mungkin harus kita perbaiki untuk persiapan Piala Asia,” ucap dia. [Ant]

















