MATASEMARANG.COM – Setelah kurs rupiah bertahan berhadapan dengan dolar AS sejak agresi militer AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026, nilai tukar uang Indonesia ini akhirnya tembus Rp17.000
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Senin melemah 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp17.002 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan ini dipicu eskalasi perang Iran pasca kelompok Houthi membuka front baru dalam perang.
“Pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman menyerang Israel pada akhir pekan lalu. Kelompok Houthi dapat membuka front baru dalam perang, mengingat mereka memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Mengutip Sputnik, Gerakan Ansar Allah Yaman, atau Houthi, menyerang Israel dengan rudal untuk kedua kalinya dalam sehari dan akan melanjutkan serangan sampai Israel menghentikan serangannya terhadap Iran dan Lebanon.
Sebagaimana dilaporkan Anadolu, Pemimpin Houthi Yaman Abdul-Malik al-Houthi telah mengatakan bahwa kelompoknya akan mendukung Iran melawan “agresi AS-Israel,” dan siap menghadapi perkembangan apapun dalam konfrontasi yang sedang berlangsung.
Serangan ilegal AS dan Zionis Israel terhadap Iran dianggap oleh Houthi sebagai “perang terhadap Islam dan Muslim” dan memperingatkan bahwa konflik tersebut menargetkan seluruh wilayah.





















