Prabowo Sebut APBN Hemat Rp308 Triliun Pascapotong Belanja Tak Produktif

MATASEMARANG.COM – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah dapat menghemat anggaran hingga Rp308 triliun setelah memberlakukan kebijakan efisiensi dengan memangkas pos-pos belanja yang tidak produktif.

Dalam sesi diskusi bersama beberapa jurnalis dan ekonom di kediaman pribadi Presiden Prabowo, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pekan ini, Presiden Prabowo menjelaskan efisiensi besar-besaran anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) bertujuan menyelamatkan uang rakyat dari potensi tindak pidana korupsi.

“Waktu pertama melakukan efisiensi, kita menghemat Rp308 triliun dari pemerintah pusat. Dari mana itu? Dari semua pengeluaran yang akal-akalan. Keyakinan saya, itu semua Rp308 triliun ini jika tidak dipotong, ini ke arah korupsi,” kata Presiden Prabowo saat membahas isu efisiensi dalam acara bertajuk “Presiden Prabowo Menjawab”, sebagaimana dikutip dari siaran resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah Terdampak Unjuk Rasa

Presiden menjelaskan kebutuhan untuk efisiensi itu melihat skor ICOR Indonesia yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga.

ICOR atau Incremental Capital Output Ratio (ICOR) merupakan indikator yang menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan anggaran suatu negara. Semakin rendah skor ICOR maka negara tersebut dapat disebut semakin efisien dalam menggunakan anggarannya.

Indonesia, kata Presiden Prabowo, mengantongi skor 6,5, sementara negara-negara tetangga, seperti Thailand dan Malaysia, masing-masing 4, dan Vietnam 3,6.

Pos terkait