MATASEMARANG.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI beberapa program pemberdayaan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah. Program-program tersebut adalah ZCoffee, Baznas Microfinance Masjid (BMM), serta pencanangan 1.300 Zmart Jateng.
Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., mengatakan peluncuran program-program ini diharapkan bisa memperkuat pemberdayaan ekonomi umat sekaligus bentuk transformasi mustahik menuju kemandirian.
Baznas yang merupakan lembaga resmi pemerintah dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, dengan mandat pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS), dan dana sosial keagamaan lainnya secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Hingga kini Baznas terus berinovasi menghadirkan program-program yang efektif untuk pengentasan kemiskinan.
“Program-program yang kita hadirkan saat ini merupakan sebuah bukti bahwa zakat mampu menggerakkan ekonomi umat secara berkelanjutan dan membawa mustahik menuju kemandirian hingga menjadi muzaki,” kata Prof Noor usai meluncurkan program pemberdayaan ekonomi umat Jateng di lingkungan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang pada Sabtu 6 Desember 2025.
Ketiga program tersebut, lanjut dia, bertujuan untuk mewujudkan pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
Kolaborasi masjid, pemerintah, kampus, mitra usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program-program tersebut.
“Semoga Allah SWT meridai setiap ikhtiar kita dan menjadikan program ini jalan terwujudnya kesejahteraan umat yang berkeadilan,” ungkapnya.


















