Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah KH. Ahmad Darodji menambahkan, Baznas Jateng bersama Baznas kabupaten/kota akan terus memperkuat sinergi, pendampingan, serta pengawasan agar setiap program berjalan tepat sasaran.
“Kami berkomitmen memastikan bahwa setiap rupiah dana ZIS yang dititipkan umat dikelola secara amanah dan memberikan hasil terbaik bagi masyarakat. Semoga tiga program ini menjadi energi baru dalam mempercepat penurunan kemiskinan di Jawa Tengah, khususnya melalui pemberdayaan ekonomi yang berkeadilan,” kata Kiai Darodji.
Lebih lanjut, Sekretaris Umum Masjid Agung Jawa Tengah KH. Muhyiddin menyampaikan apresiasi atas dipilihnya MAJT sebagai salah satu pusat pelaksanaan dan pengembangan program pemberdayaan ekonomi Baznas.
“Kami sangat menyambut baik hadirnya ZCoffee, BMM, dan Zmart di kawasan MAJT. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan umat. Kehadiran program ini semakin menguatkan peran masjid dalam memberdayakan masyarakat, khususnya generasi muda dan para pelaku usaha mikro. Kami siap bersinergi penuh untuk memastikan program ini berjalan sukses dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi jamaah maupun masyarakat Jawa Tengah,” jelas Muhyiddin.
Sejak diluncurkan pada 2022, Program ZCoffee telah hadir di 12 provinsi dan 30 kabupaten/kota dan mampu memberdayakan 130 mustahik.
Di Jawa Tengah, terdapat 22 outlet ZCoffee, termasuk outlet strategis di kawasan MAJT. Program ini meningkatkan pendapatan mustahik hingga 113,79 persen, bahkan 67 orang di antaranya berhasil melewati garis kemiskinan.


















