MATASEMARANG.COM – Menikah menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap insan yang sudah yakin akan mengarungi kehidupan bersama pasangannya melalui ikatan yang resmi.
Namun seiring berjalannya waktu, rupanya tren pernikahan mengalami perubahan. Dewasa ini banyak pasangan yang ingin mengabadikan proses pernikahan mereka dengan lebih sederhana atau intimate.
Namun demikian, meski lebih intim dengan tidak banyak mengundang banyak tamu, runtutan prosesi pernikahannya justru bisa lebih beragam.
Ketua Umum Ikapesta Denny Adhi Candra mengatakan meski tren pernikahan mengalami penurunan, namun setelah pandemi hingga saat ini justru di Kota Semarang semakin meningkat permintaannya.
“Pernikahan tetap dibutuhkan, jadi saat pandemi memang menurun, tau setelah pandemi bangkit dan makin meningkat sampai sekarang khususnya di Kota Semarang,” kata Denny ditemui saat pembukaan Ikapesta Wedding Expo 2026 di Marina Convention Center (MCC) Semarang pada Jumat 23 Januari 2026 malam.
Penasihat Ikapesta Semarang Joseph Indra Suryajaya menjelaskan jika dilihat dari perkembangan jumlah tamu dalam sebuah pernikahan memang berkurang. Namun secara kualitas acara justru lebih meningkat dan variatif.
“Misalnya dulu jarang ada lamaran di acarakan dan hanya keuaga internal. Tapi sekarang lamaran diacarakan. Sekarang variasi acara lebih berkembang, pelaksanaan kualitas acara semakin membaik walaupun secara jumlah tamu disesuaikan,” jelasnya.
Terkait adanya kasus-kasus penipuan wedding organizer (WO) yang dialami calon pengantin beberapa waktu lalu, Indra menerangkan bahwa biasanya mereka yang terkena penipuan adalah calon pengantin yang mengambil paket kepada WO.


















