- Krisis di Timur Tengah yang menyulut kenaikan harga minyak mentah dunia tidak berimbas pada kenaikan harga BBM bersubsidi di Indonesia. Harga Pertalite tetap Rp10.000/liter dan Bio Solar Rp6.800 per liter
MATASEMARANG.COM – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi meski harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) menembus 112,81 dolar AS per barel pada September 2026.
“Enggak, enggak ada (kenaikan BBM),” kata Juda dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa.
Saat ditanya mengenai dampak kenaikan harga minyak dunia, Juda mengatakan, pemerintah akan melakukan perhitungan ulang.
Namun, ia menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan subsidi BBM maupun memperlebar defisit anggaran akibat kenaikan harga minyak tersebut.
Juda juga menyatakan kebijakan subsidi ke depan akan lebih difokuskan agar lebih tepat sasaran.
“Enggak ada (kenaikan harga BBM tahun depan), jadi (subsidi) lebih difokuskan ya. Lebih ditarget,” ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata ICP September 2026 sebesar 112,81 dolar AS per barel, naik 23,38 dolar AS dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 89,43 dolar AS per barel.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 395.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, kenaikan ICP mencerminkan dinamika pasar minyak global yang dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan.
“Rata-rata ICP bulan September 2026 yang melonjak naik menjadi 112,81 dolar AS per barel merupakan cerminan dari dinamika pasar minyak global yang dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan (supply disruption risk). Kenaikan ini terjadi secara menyeluruh pada seluruh benchmark internasional,” ujar Laode dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Senin lalu.

















