PSSI akan Rangkul Pers, Kepolisian, hingga Dunia Pendidikan Guna Tingkatkan Sepak Bola Jateng

Sertifikasi Pelatih untuk Guru: Kairul berencana berdiskusi dengan Gubernur Jateng agar guru-guru olahraga tingkat SD, SMP, dan SMA diwajibkan mengikuti pelatihan kepelatihan PSSI.

Penguatan Perangkat Pertandingan: Dorongan masif akan diberikan kepada Askab/Askot untuk rutin menggelar pelatihan wasit lokal yang independen dan berkualitas.

Kompetisi Usia Dini (Grassroot): Pembinaan anak usia 8, 9, dan 10 tahun akan digenjot lewat kompetisi antar-SD yang bersih dari intervensi.

Bacaan Lainnya

“Saya ingin kompetisi ada di level SD dengan perangkat pertandingan yang clear. Grassroot-nya harus hidup! Di setiap turnamen antardesa atau tarkam, saya juga ingin ada regulasi wajib memainkan pemain usia muda agar mereka punya ruang belajar dan jam terbang,” ujar Ketua Peradi Kota Semarang tersebut optimis menatap PON 2028.

Demi menjaga marwah sepak bola dan edukasi suporter, Kairul menegaskan tidak akan memberi toleransi sedikit pun kepada oknum-oknum yang merusak jalannya kompetisi. 

Selain merangkul Polda Jateng untuk menciptakan iklim sepak bola yang ramah keluarga, Kairul juga memasang pagar tegas terhadap integritas pertandingan.

“Jangan hancurkan pembinaan dan mimpi anak-anak kita. Di era kepemimpinan saya, saya terapkan zero tolerance kepada perangkat pertandingan yang terbukti ‘bermain’. Tapi di sisi lain, kita juga sangat mengapresiasi wasit-wasit yang jujur dan bagus di lapangan,” ujarnya.

Pers Mitra Kritis Konstruktif

Gagasan dan arah kebijakan Kairul mendapat sambutan positif dari Ketua Dewan Kehormatan PWI Jateng sekaligus pengamat sepak bola Amir Machmud NS. 

Pos terkait