PSSI akan Rangkul Pers, Kepolisian, hingga Dunia Pendidikan Guna Tingkatkan Sepak Bola Jateng

Menurut mantan Ketua PWI Jateng dua periode tersebut, tata kelola yang ideal mengacu pada tiga pilar utama: SDM, transparansi keuangan, dan kejelasan program.

Amir mengingatkan sejarah panjang pers Jawa Tengah yang turut merekam tinta emas perjalanan sepak bola daerah—seperti saat PSIS menjuarai Perserikatan 1987 dan Liga Indonesia V 1999, hingga Persijap yang menjuarai Piala Suratin. Menurutnya, pers tidak hanya bertindak sebagai pencatat sejarah, tetapi juga mitra kritis yang konstruktif.

“Sinergi PSSI Jateng, klub, dan media sudah teruji waktu. Media punya peran edukasi, informasi, dan hiburan. Bahkan di masa lalu, kritik konstruktif media mampu membentuk komposisi tim juara. Kita ingin sepak bola Jateng bukan hanya milik PSSI, tetapi milik seluruh masyarakat,” papar Amir yang juga mengusulkan agenda coffee morning rutin antara PSSI dan jurnalis olahraga.

Bacaan Lainnya

Sinergi manis antara kedua lembaga ini langsung dibuktikan di akhir acara. Kairul menegaskan PSSI Jateng siap memberikan dukungan penuh bagi PWI Jateng yang tengah mempersiapkan tim mini soccer menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV di Lampung tahun 2027.

“Prinsipnya, PSSI punya hajat, PWI support. Saat PWI punya hajat, kami siap mendukung full. Begitu Siwo PWI butuh bola untuk latihan, langsung kami eksekusi. Silakan manfaatkan fasilitas dan SDM yang dimiliki PSSI Jateng,” tandas Kairul.

Atas komitmen tersebut, Amir Machmud menaruh harapan besar agar kolaborasi erat ini dapat mengantarkan tim mini soccer PWI Jateng tampil luar biasa dan membawa pulang prestasi di ajang Porwanas Lampung kelak. [AZM]

Pos terkait