SDN Bugangan 02 Semarang Tak Penuhi Kuota Meski Sudah Buka SPMB Lanjutan, Ini Penyebabnya

SDN Bugangan 02 Semarang buka SPMB lanjutan
SDN Bugangan 02 Semarang buka SPMB lanjutan

Meski hanya dengan 11 murid, Lia mengaku pembelajaran tahun ajaran baru untuk kelas 1 SD akan berjalan dengan normal. Namun tak dipungkiri, saat ini pihaknya juga masih menunggu keputusan lanjutan dari Dinas Pendidikan terkait pembelajaran dengan murid yang kurang dari kuota.

“Pembelajaran InsyaAllah normal, tapi kami tetap masih menunggu dari Dinas seperti apa. Kalaupun ada wacana merger ya kami siap. Tapi 2 tahun lalu kami tetap berjalan normal meski murid hanya 11,” tuturnya.

Lia membeberkan ada beberapa faktor yang membuat SDN Bugangan 02 sepi peminat. Faktor utama menurutnya adalah menurunnya pasangan suami istri (pasutri) muda yang tinggal di sekitar sekolah, sehingga tidak ada angka kelahiran.

Bacaan Lainnya

Selain itu, adanya paradigma orang tua yang tidak menginginkan banyak anak karena biaya hidup tak lagi murah.

“Faktor utama penyebab tidak ada siswa itu KB berhasil, tidak ada pasutri muda, ada perubahan paradigma dari masyarakat yang mereka hanya ingin 1 anak karena hidup tidak murah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Lia juga melihat di sekitar SDN Bugangan 02 banyak persaingan sekolah negeri lain seperti SDN Bugangan 01, SDN Rejosari yang memiliki fasilitas dan bangunan sekolah lebih baik dibanding di SDN Bugangan 02.

“Di sekitar sini, SD Negeri banyak. Mereka punya 2-3 rombel, secara fasilitas dan infrastruktur lebih lengkap dan bagus. Kami hanya 1 rombel dan kondisi di sekolah sedang ada pembangunan, masih ada kelas yang menunggu pembangunan jadi orang tua melihat itu mungkin belum layak,” paparnya.

Pos terkait