Faktor lainnya, lanjut Lia, di sekitar SDN Bugangan 02 tidak banyak kawasan pemukiman, justru dikelilingi kawasan usaha yang tentu saja tidak ada anak-anak usia sekolah.
“Sekitar kami kan kawasan usaha, kawasan industri jadi tidak mungkin ada anak usia sekolah,” bebernya.
Faktor-faktor tersebut yang menurutnya menjadi pemicu tidak terpenuhinya kuota pada SPMB 2025.
Namun, meski dari segi infrastruktur masih kurang layak, pihaknya mengaku pada tahun ini akan ada rehabilitasi beberapa ruang kelas dan juga penambahan fasilitas seperti perpustakaan dan kamar mandi.
“Kami sedang menunggu pembangunan perpustakaan dan kamar mandi ini dari DAK InsyaAllah Agustus akan mulai pembangunan. Kalau untuk beberapa kelas di rehab kami masih nunggu anggaran dari pemerintah,” tandasnya.

















