Semarang Siap Wujudkan Perayaan Natal dan Tahun Baru yang Aman

Rapat koordinasi persiapan jelang nataru 2025/2026 Kota Semarang. (matasemarang.com/Lia Dina)
Rapat koordinasi persiapan jelang nataru 2025/2026 Kota Semarang. (matasemarang.com/Lia Dina)

Pengawasan Persampahan dan Transportasi

Pemerintah Kota Semarang juga melakukan penataan ulang sistem ßpengawasan persampahan. Mekanisme ACC truk angkut sampah kini berada di bawah kewenangan lurah dan camat agar lebih akuntabel dan sesuai kontrak layanan.

Sementara itu dalam aspek transportasi, Polrestabes, Dishub, TNI, dan OPD terkait telah memetakan titik rawan dan mendirikan posko-posko lancar untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama puncak liburan.

Pasokan Energi dan Stabilitas Harga Pangan

Agustina meminta Pertamina untuk memastikan kecukupan BBM, terutama bagi pemudik dan pengguna jalan yang melintasi Kota Semarang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Lomba Jaga Desa Diharapkan Mampu Perkuat Tata Kelola Keuangan Kelurahan

Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, dan Bank Indonesia juga diminta melakukan langkah intervensi untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas, terutama cabai dan bahan pokok lain yang biasa melonjak saat Nataru.

“Kita pernah dinyatakan sebagai salah satu kota besar paling berhasil menekan inflasi. Reputasi ini harus kita jaga, dan intervensi lapangan harus diperkuat,” paparnya.

Persiapan Layanan Publik dan Posko Masyarakat

Pemkot Semarang juga mendorong koordinasi posko pelayanan masyarakat, termasuk posko mudik dan pos kesehatan.

BACA JUGA  Akhir Pekan, Polsek Semarang Timur Waspadai Balap Liar dan Knalpot Brong

Wali Kota menekankan bahwa makanan dan minuman yang dibagikan kepada masyarakat harus memenuhi standar keamanan pangan.

Menghadapi Kontraksi Anggaran Tahun 2026

Selain fokus menghadapi akhir tahun 2025, Agustina mengingatkan jajaran Forkopimda bahwa tahun 2026 akan diwarnai kontraksi anggaran akibat pengurangan dana transfer daerah sebesar lebih dari 440 miliar rupiah.

Hal ini menuntut pemerintah kota untuk melakukan strategi baru, efisiensi, dan prioritas program yang lebih ketat, khususnya di sektor infrastruktur dan mitigasi bencana.

Pos terkait