MATASEMARANG.COM – Penempelan stiker “keluarga miskin” di Kota Semarang untuk sementara waktu dihentikan oleh Pemerintah Kota Semarang karena berdampak pada ketidaknyamanan warga.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang Endang Sarwiningsih, Selasa 9 Desember 2025.
Endang mengatakan penempelan stiker “keluarga miskin” sebenarnya sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu. Stiker ini diberikan kepada keluarga kurang mampu untuk menandai penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Namun dari hasil evaluasi, kebijakan penempelan stiker tersebut berdampak pada rasa tidak nyaman bagi sejumlah keluarga penerima manfaat. Pihaknya akan melakukan kajian ulang atas kebijakan penempelan stiker tersebut pada rumah warga.
“Setelah adanya monitoring dan evaluasi, ternyata banyak warga merasa kurang nyaman dengan adanya stiker tersebut. Karena itu sementara waktu kami hentikan, sambil mengkaji bentuk pendataan yang lebih ramah,” tutur Endang.
Endang mengatakan saat ini Dinas Sosial memperkuat peran tim Kelurahan dan kader kampung untuk melakukan asesmen secara langsung kepada warga yang kurang mampu. Harapannya dengan asesmen ini bisa memastikan ketepatan sasaran tanpa menimbulkan stigma negatif di tengah masyarakat.
“Tidak ada penolakan langsung dari masyarakat. Namun kami ingin menjaga martabat warga. Pendataan harus tetap berjalan, tetapi tanpa memberi label yang membuat mereka merasa kurang nyaman,” paparnya.
Ia mengatakan proses pendataan penerima bantuan saat ini mengacu pada sistem desil 1 sampai 10. Warga yang berhak menerima bantuan berada pada desil 1 hingga 5, meski sebagian besar penerima masih berasal dari desil 1 hingga 4.




















