Survei juga menunjukkan persebaran kepuasan publik yang tinggi di berbagai wilayah. Jawa Barat mencatat kepuasan tertinggi sebesar 89,2 persen, disusul Kalimantan 87,2 persen dan Maluku-Papua 83,8 persen.
Wilayah lain seperti Jawa Timur mencatat 80,7 persen dan Sumatera 74,2 persen, sementara Jawa Tengah berada di angka 67,5 persen dan Bali-Nusa Tenggara 69,7 persen. Adapun Sulawesi menunjukkan tingkat kepuasan yang relatif berimbang.
“Perbedaan ini tentu berkaitan dengan akses, paparan informasi, serta dampak kebijakan di masing-masing wilayah,” ujar Masduri.
Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil evaluasi kinerja pemerintah dan program prioritas nasional dengan menekankan transparansi metodologi sebagai dasar validitas temuan.
Survei dilakukan pada 2–8 Maret 2026 terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, menggunakan metode “stratified multistage random sampling” dengan “margin of error” 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih dengan unit sampling dari tingkat desa/kelurahan hingga individu responden. Validasi dilakukan dengan membandingkan data sensus Badan Pusat Statistik 2020 serta pembobotan sampel.
Pengendalian kualitas mencakup “spot check” 20 persen sampel, verifikasi ulang via telepon, serta penggunaan sistem “real-time” berbasis aplikasi yang dilengkapi foto dan geolokasi untuk memastikan akurasi data. [Ant]





















