Tren Denim 2026, “Bye Bye” Busana Ketat

MATASEMARANG.COM – Gaya berpakaian ketat berbahan denim yang menjadi model sekitar satu dekade terakhir ini bakal ditinggalkan. Orang, terutama anak muda atau dewasa yang tak sudi hijrah dari gaya berbusana anak muda, akan beralih ke busana longgar, termasuk untuk pantalon atau celana panjang.

Pengamat gaya bueana menyebut tren penggunaan pakaian berbahan denim selama tahun 2026 bakal bergeser ke model berpotongan longgar yang dinilai lebih fleksibel dan nyaman.

Menurut Country Marketing Lead PT Levi Strauss Indonesia Stiffen Andika, Merchandise Report Indonesia 2025 menunjukkan bahwa konsumen Indonesia cenderung memilih busana dengan potongan yang pantas, nyaman, dan fleksibel untuk kegiatan sehari-hari.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  BRIN Ciptakan Sel Surya Organik dan Lebih Efisien

“Apa yang kami lihat dalam tren denim global 2026 juga mencerminkan pergeseran ini, menuju siluet longgar, gaya adaptif, dan denim yang mendukung cara orang benar-benar hidup, bukan sekadar bagaimana mereka ingin terlihat,” katanya, Selasa.

Alih-alih busana denim berpotongan ketat seperti straight, slim, and skinny jeans, ia melanjutkan, konsumen umumnya lebih memilih pakaian berbahan denim dengan potongan longgar dan lebar.

Pakaian denim dengan potongan longgar dan santai diperkirakan semakin digemari karena kenyamanan dan fleksibilitas dalam penggunaannya.​​​​​​​

BACA JUGA  Benarkah Mencukur Rambut Bayi Kelak Tumbuh Lebih Lebat?

“Temuan kami menunjukkan bahwa masyarakat semakin menghargai kenyamanan, kesopanan, dan fleksibilitas,” kata Stiffen.

“Memasuki 2026, tren denim bergerak ke arah yang makin seru, yaitu merangkul potongan longgar, layering, dan keaslian. Ini adalah evolusi alami yang selaras dengan cara orang Indonesia berpakaian di berbagai kesempatan dan musim,” ia menambahkan.

Pos terkait