Benarkah Mencukur Rambut Bayi Kelak Tumbuh Lebih Lebat?

MATASEMARANG.COM – Motif mencukur rambut bayi selama ini sering dilandasi kepercayaan sebagai cara agar rambut sang buah hati bisa tumbuh lebih lebat.

Padahal, cara tersebut tidak didasari pada fakta ilmiah, namun hanya berlandaskan pada informasi tidak valid yany menyebar dari mulut ke mulut dan dari generasi ke generasi.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta menanggapi praktik tersebut. Perdoski menyebut adanya mitos dalam masyarakat yang mengatakan bahwa aktivitas mencukur sampai kepala botak dapat membuat rambut bayi tumbuh lebih lebat dan panjang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Agar Eksis, Televisi Harus Jadi Perusahaan Teknologi Konten

“Mencukur rambut bayi supaya panjang itu mitos ya, itu mitos,” kata Ketua Perdoski Jakarta dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV usai mengikuti temu media di Jakarta, Senin.

Dhana mengatakan tebal dan panjangnya rambut bayi maupun orang dewasa sebenarnya dipengaruhi oleh faktor genetik yang diturunkan kepada generasi berikutnya.

Faktor penentu berikutnya yaitu gaya hidup sehat yang dijalani seperti perawatan rambut yang menggunakan alat cukur bersih dan higienis.

Proses pencukuran rambut bayi hanya akan membuat rambut yang tumbuh di permukaan atas kepala menjadi berjarang dan kasar untuk sementara waktu. Kondisi ini juga tidak perlu dikhawatirkan oleh orang tua setelah mencukur.

BACA JUGA  Daftar 22 Merek Obat Berbahaya Temuan BPOM, Mayoritas Obat Kuat Pria

“Jadi kalau dibotakin itu boleh ya, tidak ada pengaruh ke rambutnya jadi lebih sehat, atau lebat ya,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Dhana mengingatkan bahwa kulit milik bayi cenderung belum sekuat dan setebal milik orang dewasa.

Pos terkait