Data Kementerian Perhubungan menunjukkan adanya peningkatan jumlah penumpang di hampir seluruh moda transportasi selama periode H-8 hingga hari H Idul Fitri 2026.
Transportasi laut melalui kapal menjadi sektor dengan pertumbuhan paling signifikan. Jumlah penumpang meningkat dari 2.336.619 orang pada 2025 menjadi 2.697.459 orang pada 2026, atau bertambah 360.840 pemudik.
“Peningkatan penumpang di jalur laut ini sangat krusial karena mengindikasikan pemerataan sirkulasi ekonomi antar-pulau. Uang tidak hanya berputar di pusat, tetapi mengalir deras ke berbagai wilayah,” ungkap Ade Holis.
Di sektor transportasi darat, angkutan bus juga menunjukkan kinerja positif dengan tambahan 145.085 penumpang, sehingga totalnya naik dari 1.441.510 orang pada 2025 menjadi 1.586.595 orang pada 2026.
Sementara itu, moda kereta api mencatatkan peningkatan jumlah penumpang menjadi 1.832.584 orang pada 2026, atau bertambah 193.805 dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 1.638.779 penumpang.
Adapun sektor penerbangan turut mengalami kenaikan, dengan tambahan 71.993 penumpang. Total pengguna pesawat pada periode mudik Lebaran 2026 tercatat mencapai 2.400.544 orang, meningkat dari 2.328.551 orang pada tahun sebelumnya.
“Sinkronisasi antara likuiditas dan mobilitas ini adalah kunci pertumbuhan ekonomi nasional. Masyarakat memiliki daya beli dan mereka memiliki akses mobilitas untuk membelanjakannya di kampung halaman, yang secara otomatis menghidupkan ekosistem ekonomi lokal,” tuturnya.
NEXT Indonesia Center memproyeksikan kombinasi antara tingginya dana siap belanja dan derasnya arus mudik akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada kuartal pertama tahun 2026.





















