Inflasi Jateng 2025 Tercatat di Angka 2,72 Persen

ilustrasi inflasi (pixabay/Hobbyfotograf08)
ilustrasi inflasi (pixabay/Hobbyfotograf08)

MATASEMARANG.COM – Inflasi Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 2,72 persen (yoy), masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5 persen ±1 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibanding inflasi nasional yang mencapai 2,92 persen (yoy). Sementara inflasi bulanan Desember 2025 di Jateng sebesar 0,50 persen (mtm), juga lebih rendah dari nasional 0,64 persen (mtm).

Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari Hufaid dalam keterangan tertulisnya menyebut tekanan inflasi terutama berasal dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil 0,38 persen (mtm).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Redenominasi Rupiah Kembali Mencuat, BI: Tunggu Waktu yang Tepat

Kenaikan harga cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah menjadi pendorong utama, seiring meningkatnya permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru serta dampak cuaca ekstrem yang menekan produksi hortikultura.

Selain itu, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya turut menyumbang inflasi 0,08 persen (mtm), terutama dari kenaikan harga emas perhiasan.

Harga emas dunia mencapai rekor tertinggi pada Desember 2025 akibat ketegangan geopolitik global dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

BACA JUGA  Dirut Diganti, Dua Profesional dari Luar Isi Posisi Direksi Garuda

Inflasi emas perhiasan di Jateng sepanjang 2025 bahkan mencapai 62,35 persen (yoy), lebih dari dua kali lipat tahun sebelumnya.

Kelompok Transportasi juga memberi andil 0,02 persen (mtm), dipicu kenaikan harga bensin Pertamax dan Pertamax Turbo.

Namun, tekanan ini tertahan oleh penurunan tarif angkutan udara berkat diskon tiket domestik kelas ekonomi sebesar 13–14 persen pada periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Pos terkait