Secara spasial, inflasi tertinggi di Jateng tercatat di Kota Semarang (2,84 persen yoy), diikuti Kota Tegal (2,83 persen), Cilacap (2,79 persen), Surakarta (2,79 persen), Kudus (2,68 persen), Wonosobo (2,64 persen), Purwokerto (2,61 persen), Wonogiri (2,52 persen), dan Rembang (2,47 persen).
Bank Indonesia bersama Forum TPID Jateng akan memperkuat koordinasi menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi barang.
Program pengendalian inflasi diarahkan agar capaian tetap berada dalam rentang sasaran 2,5 persen ±1 persen.

















