Kolaborasi Bank Pasar Kota Semarang dan Komisi B Bekali UMKM Tingkatkan Daya Saing

Suasana FGD Sosialisasi Kinerja BUMD yang menghadirkan BPR Bank Pasar Kota Semarang sebagai mitra sinergi UMKM (instagram @bprbapassemarang)
Suasana FGD Sosialisasi Kinerja BUMD yang menghadirkan BPR Bank Pasar Kota Semarang sebagai mitra sinergi UMKM (instagram @bprbapassemarang)

MATASEMARANG.COM – Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Kinerja BUMD digelar di Aula Kantor Kecamatan Semarang Barat, Rabu 8 April 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelaku UMKM Semarang Barat yang antusias mendiskusikan strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, dan akses permodalan yang tepat.

BPR Bank Pasar Kota Semarang dan Komisi B DPRD Kota Semarang berkolaborasi untuk membekali UMKM peserta workshop tentang tantangan ke depan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Dewan Soroti Tanah Gerak di Semarang, Minta Ada Mitigasi Berbasis Pemetaan Risiko

Melalui kolaborasi ini, diharapkan para pelaku usaha semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, akses permodalan yang tepat, serta mampu tumbuh menjadi usaha yang kuat, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Joko Widodo menekankan bahwa tantangan terbesar UMKM bukanlah permodalan, melainkan pemasaran.

Dia menambahkan pola pikir strategis dan kemampuan memasarkan produk menjadi kunci agar usaha kecil mampu bertahan dan berkembang di tengah ketidakpastian ekonomi global.

BACA JUGA  Harga Emas Antam Rontok

“Sering kali kita menganggap modal sebagai masalah utama, padahal berdasarkan berbagai temuan, persoalan terbesar UMKM justru ada pada pemasaran,” jelas Joko.

Meski demikian, ia tetap mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan akses pembiayaan dari perbankan, dengan catatan digunakan secara produktif dan terencana.

“Utang itu boleh, tapi harus digunakan untuk usaha yang jelas dan bisa menghasilkan,” tambahnya.

Selain itu, Joko mengingatkan pentingnya semangat berwirausaha agar masyarakat lebih mandiri menghadapi tantangan ekonomi. Ia mengajak peserta workshop untuk jujur mengidentifikasi kendala utama dalam memulai usaha, apakah benar pada modal atau faktor lain seperti pengalaman kegagalan maupun keterbatasan jaminan.

Pos terkait