MATASEMARANG.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) bertema “Guru Berdaya, Pelajar Cerdas Keuangan, Ekosistem Sekolah Cakap Keuangan”, OJK melibatkan anggota PGRI dan Forum OSIS SMA/MA/SMK sebagai duta literasi keuangan.
Di acara yang digelar pada Rabu 20 Mei 2026, Kepala OJK Jateng Hidayat Prabowo menjelaskan pentingnya literasi keuangan di era digital.
“Penguatan literasi keuangan semakin penting seiring meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang diikuti risiko investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi online, penipuan digital, dan penyalahgunaan data pribadi,” ujarnya dikutip Jumat, 22 Mei 2026.
Guru dan pengurus OSIS dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong perilaku keuangan sehat di sekolah.
Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan keuangan, pengenalan produk jasa keuangan formal, pasar modal, pelindungan konsumen, hingga kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Narasumber dari Bank Indonesia membahas sistem pembayaran digital, sementara Bursa Efek Indonesia mengenalkan pasar modal.
Kepala Biro Perekonomian Sekda Jateng Johan Hadiyanto menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga kualitas SDM yang cakap keuangan.
“Generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan bijak, serta kecakapan mengelola keuangan sejak dini,” katanya.
Wakil Sekretaris PGRI Jateng Saptono Nugrohadi dan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Robberto Agung Nugroho mengapresiasi inisiatif OJK.


















